Kejadian ajaib sesosok mayat hidup kembali saat akan di otopsi

Carlos Camejo (33), dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di jalan raya. Ia kemudian dibawa ke kamar mayat untuk diotopsi. Tiba-tiba
"mayat" yang tengah mereka sayat itu berdarah, dan sadarlah mereka bahwa Carlos Camejo masih hidup. Para dokter dengan segera mencari jarum untuk menjahit luka di wajahnya. "Saya bangun karena sakitnya bukan main," kata Camejo, seperti dikutip koran lokal El Universal.

Istrinya yang sedang dirundung kesedihan dan diminta untuk datang ke kamar mayat guna mengidentifikasi tubuh suaminya ikut terkejut karena menemukan suaminya masih hidup dan berjalan ke koridor. Saat ini Carlos Camejo memiliki bekas sayatan di wajahnya dan menyimpan dokumen perintah pengotopsiannya.


menunjukkan dokumen otopsi


Mobil yang di tumpanginya saat kecelakaan
»»  READMORE...

berita ajaib dan aneh, terjadinya kawah tak berdasar setelah hujan di Bojonegoro

Bojonegoro: Sejumlah warga Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dibuat geger dengan bentuk tanah di lingkungan tempat tinggal mereka. Tanah di salah satu lahan pertanian milik Gamijan, warga setempat, mendadak amblas dan membentuk
kubah serta lubang sedalam puluhan meter. Kubah memiliki diameter 3 meter dan lubang selebar 1,5 meter.

Kubah terbentuk usai hujan. Sejauh ini warga belum bisa memperkirakan kedalaman lubang itu. Ketika warga memasukkan bambu sepanjang tujuh meter, ujung lubang belum menyentuh dasar. Akibat adanya lubang ini, irigasi yang dialirkan ke sawah serta air hujan habis masuk ke lubang.

Belum ada warga yang berani masuk ke lubang. Apalagi dari dalam lubang tercium bau tak sedap. Warga khawatir lubang mengeluarkan gas beracun. Pemerintah daerah setempat rencananya memasang pagar di sekeliling lubang.


»»  READMORE...

Keajaiban sungai di dalam laut

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.


Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laayabghiyaan…” Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.


Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.

Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”


“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)


»»  READMORE...